Ya Allah, ini kenapa nilai UTS aku segini mulu sih kalau makul
psikologi. Dari psikologi umum, psikologi dakwah sampai psikologi kepribadian
juga nih. Hmmm, berarti aku harus lebih baik di nilai UAS.
Aku masih duduk di kursiku dan memperhatikan teman-teman lain yang
juga melihat nilai UTS mereka, beberapa terlihat senang dengan hasil UTS nya
yang bagus. Tapi melihat beberapa dari mereka yang senang membuatku kesal,
bukan karena aku iri dengan nilai mereka, namun lebih ke alasan karena mereka
mencontek. Aku tau mereka mencontek saat UTS kemarin dan aku juga sempat
menegur mereka tapi mereka malah mengejekku dan mengatakan aku penakut.
“Asma”
Aku sedikit terkejut dengan panggilan Aisyah yang tiba-tiba. Aku
hanya menanggapi dengan tersenyum sebentar padanya.
“Nilai UAS Psikologi Kepribadian kamu berapa?” pertanyaan Aisyah
membuat wajahku kembali tertekuk.
“Cuma dapat 55 Syah, kamu berapa?”
“Alhamdulillah, aku dapat 80 Ma”
Aku menunduk sedih melihat nilai 55 di pojok atas kanan kertas
ulanganku. Meskipun ini bukan untuk pertama kalinya aku mendapat nilai UTS di
bawah kkm tetapi aku tetap sedih dengan hasil ini.
“Sedih aku Syah, padahal aku tu udah belajar tapi tetap aja
nilainya segini” curhatku
“Gak apa-apa Ma, ini kan hanya nilai UTS”
“Nanti nilai kita juga ditambah sama nilai kehadiran, presentasi,
tugas dan uas” sambung Aisyah
“Tapi syah, kamu tau ga kemarin mereka Fisha buka hp di belakang”
“Jangan su’udzon ma, dosa”
“Beneran syah, aku kan duduk di samping mereka”
“Mereka dapat nilai 80 loh, hmm sedih aku tuh padahalkan aku udah
belajar mana jujur lagi jawabnya”
“Bagus dong kalau kamu jujur jawab utsnya”
“Tapi nilai mereka tetap lebih tinggi”
“Asma, dengar yaa.. Hidup ini bukan soal hasil yang kamu dapat tapi
cara kamu dapetinnya gimana”
“Semua yang kita kerjakan di dunia ini pasti nanti ada pertanggung
jawabannya ma”
“Astagfirullah, benar juga ya syah”
“Tapi kemarin mereka juga ngejekin aku, bilang aku penakut karena
ga mau nyontek”
Kekesalanku kembali muncul saat mengingat mereka mengejekku saat
UTS berlangsung.
“Asma, mereka benar kamu penakut karena ga mau nyontek”
Lah?
Aku jadi semakin kesal mendengar Aisyah menyetujui perkataan
mereka.
“Kamu kok gitu Syah?” tanyaku seraya melotot pada Aisyah.
“Eh, tenang dulu dong.. Jangan marah dulu”
“Gimana ga marah”
“Tapi penakutnya kamu itu bagus”
“Mana ada penakut yang bagus”
“Bagus dong, kamukan takut sama Allah makanya ga mau nyontek”
Aku tersenyum mendengar perkataan Aisyah. Iya juga ya, aku kan
takut sama Allah. Aku yakin Allah melihatku saat UTS kemarin. Gpp, nilai UTS ku
segini, sing penting jujur. Alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar