Sabtu, 18 April 2020

Penjelasan Singkat Konseling Individual | Tugas Mikro Konseling


Konseling individual adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing/konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.[1] Fokus pendekatan konseling individual adalah peningkatan dan pengembangan konsep diri konseli.[2]
Materi yang dapat diangkat melalui layanan konseling individual ada berbagai macam, yang pada dasarnya tidak terbatas. Layanan ini dilaksanakan untuk segenap masalah konseli secara perorangan dalam segenap bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier.
Setiap konseli secara perorangan dapat membawa masalah yang dialaminya kepada konselor. Lebih lanjut, konselor akan melayani semua konseli dengan berbagai permasalahannya seorang demi seorang, tanpa membedakan pribadi konseli ataupun permasalahan yang dihadapinya.
Walaupun materi yang dapat diangkat dalam layanan konseling perorangan tidak terbatas, tetapi secara umum materi yang dikedepankan dalam pemberi layanan, adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman sikap, kebiasaan, kekuatan diri dan kelemahan, bakat dan minat serta penyelurannya.
2. Pengentasan kelemahan diri dan pengembangan kekuatan diri.
3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, menerima dan menyampaikan pendapat, bertingkah laku sosial, baik di rumah, sekolah dan masyarakat.
4. Mengembangkan sikap kebiasaan belajar yang baik, disiplin dan berlatih dengan pengenalan belajar sesuai dengan kemampuan, kebiasaan, dan potensi diri.
5. Pemantapan pemilihan jurusan dan perguruan tinggi.
6. Pengembangan dan kecenderungan karier dan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan rencana karier.
7. Pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi pribadi, keluarga dan sosial.[3]
Hanya penjelasan singkat, mungkin nanti akan dijelaskan lebih lanjut lagi.

[1] Endang Switri, Bimbingan Konseling Anak Usia Dini, (Jawa Timur: Penerbit Qiara Media, 2019), hlm. 114
[2] Nurul Hartini & Atika Dian Ariana, Psikologi Konseling: Perkembangan dan penerapan konseling dalam psikologi. (Surabaya: Airlangga University Press, 2016), hlm. 67
[3] Endang Switri, Bimbingan Konseling Anak Usia Dini, (Jawa Timur: Penerbit Qiara Media, 2019), hlm. 114-115

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...