Konseling individual adalah layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung secara
tatap muka dengan guru pembimbing/konselor dalam rangka pembahasan dan
pengentasan permasalahannya.[1]
Fokus pendekatan konseling individual adalah peningkatan dan pengembangan
konsep diri konseli.[2]
Materi yang dapat diangkat melalui layanan konseling
individual ada berbagai macam, yang pada dasarnya tidak terbatas. Layanan ini
dilaksanakan untuk segenap masalah konseli secara perorangan dalam segenap
bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier.
Setiap konseli secara perorangan dapat membawa
masalah yang dialaminya kepada konselor. Lebih lanjut, konselor akan melayani
semua konseli dengan berbagai permasalahannya seorang demi seorang, tanpa
membedakan pribadi konseli ataupun permasalahan yang dihadapinya.
Walaupun materi yang dapat diangkat dalam layanan
konseling perorangan tidak terbatas, tetapi secara umum materi yang
dikedepankan dalam pemberi layanan, adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman sikap, kebiasaan, kekuatan diri dan
kelemahan, bakat dan minat serta penyelurannya.
2. Pengentasan kelemahan diri dan pengembangan kekuatan
diri.
3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, menerima dan
menyampaikan pendapat, bertingkah laku sosial, baik di rumah, sekolah dan
masyarakat.
4. Mengembangkan sikap kebiasaan belajar yang baik,
disiplin dan berlatih dengan pengenalan belajar sesuai dengan kemampuan,
kebiasaan, dan potensi diri.
5. Pemantapan pemilihan jurusan dan perguruan tinggi.
6. Pengembangan dan kecenderungan karier dan pendidikan
lanjutan yang sesuai dengan rencana karier.
7. Pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi pribadi,
keluarga dan sosial.[3]
Hanya penjelasan singkat, mungkin nanti akan dijelaskan lebih lanjut lagi.
[1] Endang Switri,
Bimbingan Konseling Anak Usia Dini, (Jawa Timur: Penerbit Qiara Media,
2019), hlm. 114
[2] Nurul Hartini
& Atika Dian Ariana, Psikologi Konseling: Perkembangan dan penerapan
konseling dalam psikologi. (Surabaya: Airlangga University Press, 2016),
hlm. 67
[3] Endang Switri,
Bimbingan Konseling Anak Usia Dini, (Jawa Timur: Penerbit Qiara Media,
2019), hlm. 114-115
Tidak ada komentar:
Posting Komentar