Minggu, 31 Maret 2019

Cara Menulis Arab Shallallahu alaihi wa sallam (SAW) di MS. Word


How to write

Happy Sunday teman-temanku sekalian,, gimana kabarnya? Semoga baik-baik aja yaa.


Kali ini aku bakalan berbagi tips tentang cara menulis Arab dari shallallahu alaihi wa sallam (SAW) di word. Mungkin di antara kalian semua masih ada yang bingung, gimana sih caranya nulis Arab dari kata shallallahu alaihi wa sallam. Kalian pasti pernah nemu tulisan SAW yang ditulis dengan cara seperti ini ya kan?

Caranya bisa terbilang mudah untuk bisa digunakan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa sih, dan langsung aja:

1.      Buka MS. Word di laptop kalian
Cara yang pertama pastinya kalian harus ngebuka Word di laptop kalian yaa. Karena kalau belum masuk Word pastinya kalian ga akan bisa nulis, ya kan?

2.      Ketik fdfa
Setelah masuk ke Word, di sana kalian bisa langsung menulis 4 huruf, yaitu fdfa. Tulisannya bebas mau menggunakan huruf besar ataupun kecil. Tapi tidak menggunakan spasi yaa

3.      Klik alt+x

Setelah menulis huruf fdfa. Kalian bisa langsung klik di keyboard yang tulisannya alt dan x. Tapi kalian harus menekan keduanya secara bersamaan. Jangan sendiri-sendiri ntar dikira jomblo. he


Sekian tips dari saya. Kalau ada yang masih bingung boleh tanyakan di kolom komentar. InsyaAllah akan saya jawab semampunya.

Jumat, 29 Maret 2019

Cerpen



Kokon dan Ikan Mas Ajaib
Oleh: Eri Susanti
.
.
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang anak bernama Kokon. Ia tinggal bersama adiknya di sebuah gubuk di desa yang dekat dengan hutan. Setiap hari ia mencari kayu bakar di hutan untuk ia jual ke pasar guna membeli kebutuhan sehari-hari mereka.

Pada suatu hari, ada seorang pengemis yang datang ke gubuk Kokon untuk meminta makanan. Namun, pada saat itu Kokon hanya memiliki satu bungkus nasi yang akan ia makan bersama adiknya. Akan tetapi, ia merasa kasihan kepada pengemis tersebut. Akhirnya ia memberikan makanannya kepada pengemis tersebut. Pengemis itu merasa sangat senang, karena akhirnya dia bisa makan setelah 2 hari berpuasa.

Setelah selesai memakan makanan yang diberikan Kokon, pengemis itupun hendak pergi. Namun sebelum pergi, ia memberikan Kokon seekor ikan mas. Dan ternyata ikan mas itu hanyalah ikan mas biasa. 

Kokon meletakkan ikan mas tersebut di dalam mangkok besar. Kokon berniat untuk memasaknya di hari esok untuk ia makan bersama adiknya. Sebenarnya, Kokon merasa aneh. Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa nenek tersebut tidak memasak ikan mas itu dan memilih kelaparan selama 2 hari.

Keeseokan harinya, Kokon melihat ada koin-koin emas di dalam mangkok tempatnya meletakkan ikan mas kemarin. Kokon pun mengambil koin-koin emas tersebut untuk memastikan dan ternyata itu benar-benar koin emas.

Kokonpun menjualnya ke toko emas dan akhirnya Kokon menjadi orang kaya yang dermawan. Ia membagi-bagikan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan.
.
.
Sekian dan Terima Kasih.

Jujur aja sih, sebenarnya cerpen ini hasil dari keisengan aku ke adekku sih... Di sini aku bilang, aku menceritakan tentang dia pada zaman dahulunya dia. Tapi, syukurnya sih dia ga marah, ya cuman protes aja sih pada awalnya.

Cerpen


Hujan
Oleh : Eri Susanti

Hujan merupakan suatu berkah yang diturunkan oleh Allah swt kepada seluruh umat manusia yang hidup di buminya. Sebagian orang ada yang tidak begitu menyukai hujan tapi sebagian orang ada juga yang sangat menyukai hujan termasuk diriku. Aku menyukai hujan karena aku memiliki banyak kenangan yang menyenangkan di saat hujan. 

Saat itu aku sedang pergi ke pasar untuk membeli beberapa barang yang akan aku gunakan untuk kerja kelompok. Aku tidak sendiri, aku membelinya bersama teman-temanku, mereka adalah Ravita, Erni dan Laras.

Kami berjalan pulang dari pasar, saat pulang cuaca terlihat tidak secerah saat kami berangkat ke pasar tadi. Awan hitam mulai memenuhi langit dan menutupi cahaya matahari yang tadinya bersinar terang menerangi bumi.

“kayaknya mau hujan deh” ucapku kepada ketiga temanku

“iya bener yang dibilang sama Susan, rumah kamu juga masih jauh” jawab Erni menyetujui perkataanku

“bukan mau lagi ini sih udah hujan” sangkal Vita

“yaudah ayok kita percepat jalan kita” komando Laras pada kami

Aku dan teman-temanku langsung mengeluarkan jurus kaki seribu untuk menghindari hujan tapi siapa yang bisa mengelak, takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, kami terkena hujan yang sudah semakin deras. Kamipun menambah kecepatan lari kami yang tadinya hanya berlari santai kini berubah menjadi lari laju.

“yok berteduh dulu” ajak Erni

Dengan secepat kilat kami langsung berteduh ke tempat yang ada di samping jalan. Kami mengelus lengan masing-masing dengan tangan yang bersedekap memeluk tubuh yang kedinginan dan sedikit basah.

“eh main hujan yuk”

“nanti sakit”

“gaklah kan hujan itu berkah”

“yaudah yok, kalau gitu ngapain kita berteduh”

Kami berempat langsung keluar dari tempat kami berteduh. Tapi, tidak lupa kami menyimpan barang-barang yang kami beli untuk kerja kelompok ke dalam tas.

Kami mulai berlari, tertawa, bercanda dan terkadang menengadahkan kepala menghadap ke langit menikmati setiap butir hujan yang jatuh ke wajah kami. Satu hal yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan hal itu adalah kebahagiaan. Bahagia itu sederhana. Bahagia tidak memerlukan banyak uang atau ketenaran, cukup dengan tertawa dan bermain bersama di bawah hujan saja sudah membuat kami merasa sangat bahagia.

The End


My Cerpen.. Selesaiii..
Salah satu hobby ku ni,, nulis cerpen. Semoga kalian bisa menikmati cerpenku yaa, layaknya menikmati makanan yang paling kalian sukai.
Btw, aku juga nulis di wattpad lohh, tapi karena aku kpopers jadinya aku lebih banyak nulis fanfiction sih, hehe..
Terima Kasih semuanyaaaa...

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...