Jumat, 29 Maret 2019

Cerpen


Hujan
Oleh : Eri Susanti

Hujan merupakan suatu berkah yang diturunkan oleh Allah swt kepada seluruh umat manusia yang hidup di buminya. Sebagian orang ada yang tidak begitu menyukai hujan tapi sebagian orang ada juga yang sangat menyukai hujan termasuk diriku. Aku menyukai hujan karena aku memiliki banyak kenangan yang menyenangkan di saat hujan. 

Saat itu aku sedang pergi ke pasar untuk membeli beberapa barang yang akan aku gunakan untuk kerja kelompok. Aku tidak sendiri, aku membelinya bersama teman-temanku, mereka adalah Ravita, Erni dan Laras.

Kami berjalan pulang dari pasar, saat pulang cuaca terlihat tidak secerah saat kami berangkat ke pasar tadi. Awan hitam mulai memenuhi langit dan menutupi cahaya matahari yang tadinya bersinar terang menerangi bumi.

“kayaknya mau hujan deh” ucapku kepada ketiga temanku

“iya bener yang dibilang sama Susan, rumah kamu juga masih jauh” jawab Erni menyetujui perkataanku

“bukan mau lagi ini sih udah hujan” sangkal Vita

“yaudah ayok kita percepat jalan kita” komando Laras pada kami

Aku dan teman-temanku langsung mengeluarkan jurus kaki seribu untuk menghindari hujan tapi siapa yang bisa mengelak, takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, kami terkena hujan yang sudah semakin deras. Kamipun menambah kecepatan lari kami yang tadinya hanya berlari santai kini berubah menjadi lari laju.

“yok berteduh dulu” ajak Erni

Dengan secepat kilat kami langsung berteduh ke tempat yang ada di samping jalan. Kami mengelus lengan masing-masing dengan tangan yang bersedekap memeluk tubuh yang kedinginan dan sedikit basah.

“eh main hujan yuk”

“nanti sakit”

“gaklah kan hujan itu berkah”

“yaudah yok, kalau gitu ngapain kita berteduh”

Kami berempat langsung keluar dari tempat kami berteduh. Tapi, tidak lupa kami menyimpan barang-barang yang kami beli untuk kerja kelompok ke dalam tas.

Kami mulai berlari, tertawa, bercanda dan terkadang menengadahkan kepala menghadap ke langit menikmati setiap butir hujan yang jatuh ke wajah kami. Satu hal yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan hal itu adalah kebahagiaan. Bahagia itu sederhana. Bahagia tidak memerlukan banyak uang atau ketenaran, cukup dengan tertawa dan bermain bersama di bawah hujan saja sudah membuat kami merasa sangat bahagia.

The End


My Cerpen.. Selesaiii..
Salah satu hobby ku ni,, nulis cerpen. Semoga kalian bisa menikmati cerpenku yaa, layaknya menikmati makanan yang paling kalian sukai.
Btw, aku juga nulis di wattpad lohh, tapi karena aku kpopers jadinya aku lebih banyak nulis fanfiction sih, hehe..
Terima Kasih semuanyaaaa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...