Senin, 15 April 2019

Terdampar Di Perpustakaan


15 April 2019


Hari ini aku terdampar di perpustakaan kampus. Kalian tau kenapa aku bisa terdampar di sini?.
Awal mulanya, semua ini berawal dari pemikiran kami yang tidak ingin golput pada Rabu 17 April 2019 nanti, kami ingin memilih pemimpin yang baik yang sesuai dengan keinginan kami dan menurut kami pemimpin itu adalah pemimpin yang baik untuk Indonesia. Sedangkan, untuk bisa memilih maka kami harus kembali ke kampung halaman kami yang pastinya berbeda-beda dan jaraknya pun tidak dekat. Jadi, kamipun berinisiatif untuk meminta libur pada dosen-dosen yang memiliki jam pada hari senin, selasa dan kamis (Rabu & Jumat memang libur).

Nah, kami sudah berhasil meminta libur pada dosen-dosen yang mengajar pada hari selasa dan kamis. Namun, hari senin ini kami tidak berhasil meminta libur pada satu dosen (karena hari ini 2 mata kuliah). Pj Matkul sudah menghubungi beliau, namun katanya chatnya hanya diread jadi kami masih menunggu kepastian, sebagian memang sudah ada yang pulang ke kampung halaman tapi sebagian lagi masih ada yang menunggu kepastian, termasuk aku.

Sekitar Pukul 8 tadi, beliau menghubungi Pj matkul mengatakan bahwa beliau ada acara dan hp beliau ketinggalan di rumah jadi tidak bisa menghubungi Pj. Beliau juga mengatakan bahwa beliau sudah ke ruangan kelas kami, namun kelas sudah diisi oleh mahasiswa dari kelas lain. 

Kamipun meminta jam ganti. Beliau meminta jam ganti pukul 9.50, dan Pj mengabari sekitar pukul 9.30. Aku dan teman satu kosku yang kebetulan juga satu kelas, kami buru-buru bersiap-siap dan memesan gojek untuk ke kampus. 

Setelah sampai ke kampus, banyak teman-teman lain yang mengatakan tidak bisa masuk hari ini. Jadilah, Pj menghubungi bapak lagi dan meminta jam ganti di lain hari. Bapak meminta kami memilih antara hari selasa dan kamis, dan kami pastinya tidak bisa masuk hari itu. jadi kami meminta jam di minggu depan lagi. Dan akhirnya, bapak setuju. Alhamdulillah.

Itulah cerita kenapa akhirnya aku bisa terdampar di perpustakaan ini. Hehe dari pada ongkos gojeknya sia-siakan. He

Maafkan kami pak yang pengen libur ini,,,. 😭
.
.
.
Maaf ya, mungkin ini ga penting banget sih ceritanya.. tapi ya gimana lagi, mager mau nyari buku. Jadi, hanya inilah yang bisa aku lakuin di perpustakaan 😆

Minggu, 14 April 2019

Sahabat Surga


Kali ini aku ga akan upload tulisanku, tapi aku bakalan ngupload tulisan sahabatku.

Ini suratnya ditujukkan untukku dan jujur aku baru buka serta baca tulisan ini, walaupun tulisannya ditulis di semester 2 kemarin.hehe 😄 Bahkan sebenarnya, aku juga udah mindahin filenya kemarin tanggal 5 April 2018 ke folder sendiri, tapi aku lupa dan baru nemu filenya sekarang. Aku suka sama suratnya dan aku bakalan bagiin buat kalian juga.

Judul tulisan/surat yang dia tulis adalah sahabat surga. 😊


Sahabat Surga

Untukmu sahabatku yang akan selalu menemani aku dan membawaku ke jalan yang benar dan menuju surgaNya Allah Swt. 

Aku ingin mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf karena selama ini aku selalu membuatmu susah dan terluka. Aku berharap bisa menjadi sahabatmu yang membawamu menuju jalan yang benar dan menjadi teman yang positif buat kamu. Maaf karena selama ini aku hanya bisa menjadi beban untukmu dan belum bisa menjadi sahabat yang membuatmu bahagia.

Aku berharap engkau masih mau menemani dan membimbing sahabatmu yang lemah dan bodoh ini menuju jalan yang benar dan menjadi kepribadian yang baik dan menjadi lebih baik lagi.
.
.
.
.

Untuk sahabatku....
Jujur, aku senang punya sahabat sepertimu
Aku juga berharap kamu bisa menerima kekuranganku yang banyak sekali ini
Aku juga ingin mengucapkan kata terima kasih karena sudah menjadi sahabatku dan maaf karena aku mungkin masih memiliki banyak kekurangan.
Aku harap kamu bisa terus menjadi sahabatku dan bisa menjadi orang yang sukses agar bisa membahagiakan kedua orangtuamu nantinya. 
semangat kuliahnya dan jaga kesehatanmu. ❤❤

Salam sayang untukmu sahabatku. ❤❤

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...