A. Definisi Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi
yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang
dinyatakan R. Wayne Pace (1979). Menurut sifatnya, komunikasi antarpribadi atau
interpersonal dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Komunikasi Diadik
Komunikasi diadik adalah komunikasi yang
berlangsung antara 2 orang dalam situasi tatap muka. Komunikasi diadik menurut
Pace dapat dilakukan dalam 3 bentuk, yakni: percakapan, dialog dan wawancara.
Percakapan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan informal. Dialog terjadi
dalam situasi yang lebih intim, lebih dalam, dan lebih personal. Sedangkan
wawancara memiliki sifat yang lebih serius, yakni ada pihak yang bertanya dan
menjawab.
2. Komunikasi kelompok kecil
Komunikasi kelompok kecil adalah proses
komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, di
mana anggotanya saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Di dalam
sebuah komunikasi kelompok kecil seluruh anggota berbicara tanpa ada yang
mendominasi, semua anggota bisa berperan sebagai sumber dan juga penerima.
Komunikasi seperti ini biasanya dapat ditemukan dalam suatu kelompok diskusi
ataupun kelompok studi.
Tidak ada batasan dari jumlah kelompok kecil
yang dimaksud. Biasanya antara 2-3 orang, bahkan ada yang mengembangkan antara
20-30 orang, tetapi tidak lebih dari 50 orang.
Dengan perkembangan teknologi pada saat ini,
orang-orang mulai mempertanyakan apa komunikasi yang menggunakan alat
elektronik bisa dikatakan komunikasi interpersonal ataukah tidak.
Menurut Everett M. Rogers, proses komunikasi
yang menggunakan telpon kurang kena jika dikatakan sebagai komunikasi
interpersonal atau komunikasi antarpribadi. Tetapi sarjana komunikasi Amerika
lainnya Mc-Croskey memasukkan peralatan komunikasi yang menggunakan gelombang
udara dan cahaya seperti halnya telepon dan telex sebagai saluran komunikasi
antarpribadi atau interpersonal.
B. Prinsip Komunikasi Interpersonal
Menurut Joseph A. DeVito (2013),
prinsip-prinsip komunikasi interpersonal, yakni:
1. Komunikasi interpersonal adalah suatu proses transaksional
Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses
atau kejadian yang berkelanjutan, dimana masing-masing elemen saling bergantung
satu sama lain. Komunikasi interpersonal terus terjadi dan mengalami perubahan.
Komunikasi antar pribadi memiliki elemen komunikasi seperti pengirim, pesan,
penerima. Berdasarkan seluruh elemen tersebut, terdapat suatu proses yang
terjadi. Individu tidak selalu menjadi pengirim tapi juga dapat menjadi
penerima pesan. Hal inilah yang disebut transaksional.
2. Komunikasi Interpersonal memiliki tujuan
Komuniksi Interpersonal memiliki 5 tujuan,
yaitu:
1) Belajar, komunikasi interpersonal membuat kita
dapat belajar memahami orang lain dan dunia secara lebih baik.
2) Membina hubungan, komunikasi interpersonal
membantu kita untuk berhubungan dengan orang lain
3) Mempengaruhi, melalui komunikasi interpersonal
kita dapat mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain.
4) Bermain, komunikasi interpersonal dapat
berfungsi sebagai kegiatan bermain.
5) Membantu, melalui komunikasi interpersonal
seorang terapis menggunakan teknik penyembuhan jiwa.
3. Komunikasi interpersonal adalah ambigu.
Semua pesan-pesan berpotensi ambigu,
masing-masing orang akan memberikan makna yang berbeda terhadap pesan yang
sama. Terdapat ambiguitas dalam semua hubungan. Misalnya: itu lukisan Peter
Parker. Maksudnya bisa, lukisan itu dibuat oleh peter parker ataupun lukisan
itu menampilkan wajah peter parker.
4. komunikasi interpersonal dapat berbentuk simetris atau komplementer
komunikasi yang terjadi antarprinadi dapat
terjadi secara simetris ataupun kompelementer. Hubungan yang simetris
maksudnya, kedua individu mencerminkan perilaku satu sama lain. Dengan kata
lain, memiliki kesamaan perilaku satu sama lain. Contohnya: Harry bersikap
lembut terhadap Ron dan Ron juga bersikap lembut terhadap Harry.
Sedangkan hubungan komplementer sebaliknya,
atau dengan kata lain hubungan kedua individu tersebut berbeda satu sama lain.
Contoh: Harry lebih banyak bicara sedangkan Ron lebih banyak mendengarkan.
5. Komunikasi interpersonal merujuk pada konten dan hubungan
Pada komunikasi antarpribadi, interpretasi
individu terhadap individu lainnya dipengaruhi cara mengucapkan dan setiap kata
yang diucapkan masing-masing individu.
Misal, mengucapkan “Daniel, bisa tolong
buatkan aku kopi? Aku sangat lelah” dengan mengucapkan “Daniel buatkan aku kopi
sekarang” memiliki pesan yang disampaikan secara berbeda.
Pesan pertama disampaikan secara berbeda.
Pesan pertama disampaikan dengan cara meminta dan hubungan keduanya sederajat.
Pesan kedua disampaikan sebagai perintah, yang kemungkinan hubungan keduanya
adalah atasan dan bawahan.
6. Komunikasi Interpersonal merupakan rangkaian acara selingan
Maksudnya, apa yang satu individu pandang
sebagai penyebab dan dampak, berbeda pandang dengan individu lainnya. Misalnya,
kakak beradik yang memiliki kamar bersebelahan. Oleh karena satu hal keduanya
bertengkar. Menurut si adik, kakaknya sering menyanyi di kamarnya sehingga ia
memilih menonton TV hingga larut malam,
menunggu kakaknya tidur. Sementara menurut si kakak, adiknya memang
sering menonton TV hingga larut malam, sehingga sang kakak merasa tidak ada
salahnya belajar sambil bernyanyi.
Masalah ini hanya dapat diselesaikan, jika
kedua individu berhenti saling menyalahkan.
7. Komunikasi interpersonal pasti terjadi, tidak bisa diubah kembali, dan
tidak bisa diulang.
Komunikasi interpersonal pasti terjadi
walaupun individu tersebut tidak bermaksud berkomunikasi.
Komunikasi interpersonal tidak bisa diubah
kembali, kata-kata yang keluar tidak bisa berubah, khususnya komunikasi secara
langsung.
Komunikasi interpersonal tidak bisa diulang,
komunikasi tidak bisa diulang dengan waktu, ruangan dan pembicaraan yang sama lagi.
C. Fungsi Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal yang efektif dapat
membantu anda untuk
1. Membentuk dan menjaga hubungan baik antarindividu
2. Menyampaikan informasi atau pesan
3. Mengubah sikap dan perilaku
4. Pemecahan masalah hubungan antar manusia
5. Citra diri menjadi lebih baik
6. Jalan menuju sukses
REFERENSI
Hafied Cangara, 2009. Pengantar Ilmu
Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers
Suranto, 2011. Komunikasi Interpersonal.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Toserbu, 2012. Prinsip komunikasi
Interpersonal. http://toserbu.blogspot.com/. Diakses pada 30 September 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar