Kamis, 16 April 2020

Komunikasi Interpersonal | Tugas BK Individu


A.    Definisi Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang dinyatakan R. Wayne Pace (1979). Menurut sifatnya, komunikasi antarpribadi atau interpersonal dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1.      Komunikasi Diadik
Komunikasi diadik adalah komunikasi yang berlangsung antara 2 orang dalam situasi tatap muka. Komunikasi diadik menurut Pace dapat dilakukan dalam 3 bentuk, yakni: percakapan, dialog dan wawancara. Percakapan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan informal. Dialog terjadi dalam situasi yang lebih intim, lebih dalam, dan lebih personal. Sedangkan wawancara memiliki sifat yang lebih serius, yakni ada pihak yang bertanya dan menjawab.

2.      Komunikasi kelompok kecil
Komunikasi kelompok kecil adalah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, di mana anggotanya saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Di dalam sebuah komunikasi kelompok kecil seluruh anggota berbicara tanpa ada yang mendominasi, semua anggota bisa berperan sebagai sumber dan juga penerima. Komunikasi seperti ini biasanya dapat ditemukan dalam suatu kelompok diskusi ataupun kelompok studi.
Tidak ada batasan dari jumlah kelompok kecil yang dimaksud. Biasanya antara 2-3 orang, bahkan ada yang mengembangkan antara 20-30 orang, tetapi tidak lebih dari 50 orang.

Dengan perkembangan teknologi pada saat ini, orang-orang mulai mempertanyakan apa komunikasi yang menggunakan alat elektronik bisa dikatakan komunikasi interpersonal ataukah tidak.
Menurut Everett M. Rogers, proses komunikasi yang menggunakan telpon kurang kena jika dikatakan sebagai komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi. Tetapi sarjana komunikasi Amerika lainnya Mc-Croskey memasukkan peralatan komunikasi yang menggunakan gelombang udara dan cahaya seperti halnya telepon dan telex sebagai saluran komunikasi antarpribadi atau interpersonal.

B.     Prinsip Komunikasi Interpersonal
Menurut Joseph A. DeVito (2013), prinsip-prinsip komunikasi interpersonal, yakni:
1.    Komunikasi interpersonal adalah suatu proses transaksional
Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses atau kejadian yang berkelanjutan, dimana masing-masing elemen saling bergantung satu sama lain. Komunikasi interpersonal terus terjadi dan mengalami perubahan. Komunikasi antar pribadi memiliki elemen komunikasi seperti pengirim, pesan, penerima. Berdasarkan seluruh elemen tersebut, terdapat suatu proses yang terjadi. Individu tidak selalu menjadi pengirim tapi juga dapat menjadi penerima pesan. Hal inilah yang disebut transaksional.
2.   Komunikasi Interpersonal memiliki tujuan
Komuniksi Interpersonal memiliki 5 tujuan, yaitu:
1) Belajar, komunikasi interpersonal membuat kita dapat belajar memahami orang lain dan dunia secara lebih baik.
2) Membina hubungan, komunikasi interpersonal membantu kita untuk berhubungan dengan orang lain
3) Mempengaruhi, melalui komunikasi interpersonal kita dapat mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain.
4) Bermain, komunikasi interpersonal dapat berfungsi sebagai kegiatan bermain.
5) Membantu, melalui komunikasi interpersonal seorang terapis menggunakan teknik penyembuhan jiwa.
3.    Komunikasi interpersonal adalah ambigu.
Semua pesan-pesan berpotensi ambigu, masing-masing orang akan memberikan makna yang berbeda terhadap pesan yang sama. Terdapat ambiguitas dalam semua hubungan. Misalnya: itu lukisan Peter Parker. Maksudnya bisa, lukisan itu dibuat oleh peter parker ataupun lukisan itu menampilkan wajah peter parker.
4.   komunikasi interpersonal dapat berbentuk simetris atau komplementer
komunikasi yang terjadi antarprinadi dapat terjadi secara simetris ataupun kompelementer. Hubungan yang simetris maksudnya, kedua individu mencerminkan perilaku satu sama lain. Dengan kata lain, memiliki kesamaan perilaku satu sama lain. Contohnya: Harry bersikap lembut terhadap Ron dan Ron juga bersikap lembut terhadap Harry.
Sedangkan hubungan komplementer sebaliknya, atau dengan kata lain hubungan kedua individu tersebut berbeda satu sama lain. Contoh: Harry lebih banyak bicara sedangkan Ron lebih banyak mendengarkan.
5.    Komunikasi interpersonal merujuk pada konten dan hubungan
Pada komunikasi antarpribadi, interpretasi individu terhadap individu lainnya dipengaruhi cara mengucapkan dan setiap kata yang diucapkan masing-masing individu.
Misal, mengucapkan “Daniel, bisa tolong buatkan aku kopi? Aku sangat lelah” dengan mengucapkan “Daniel buatkan aku kopi sekarang” memiliki pesan yang disampaikan secara berbeda.
Pesan pertama disampaikan secara berbeda. Pesan pertama disampaikan dengan cara meminta dan hubungan keduanya sederajat. Pesan kedua disampaikan sebagai perintah, yang kemungkinan hubungan keduanya adalah atasan dan bawahan.
6.     Komunikasi Interpersonal merupakan rangkaian acara selingan
Maksudnya, apa yang satu individu pandang sebagai penyebab dan dampak, berbeda pandang dengan individu lainnya. Misalnya, kakak beradik yang memiliki kamar bersebelahan. Oleh karena satu hal keduanya bertengkar. Menurut si adik, kakaknya sering menyanyi di kamarnya sehingga ia memilih menonton TV hingga larut malam,  menunggu kakaknya tidur. Sementara menurut si kakak, adiknya memang sering menonton TV hingga larut malam, sehingga sang kakak merasa tidak ada salahnya belajar sambil bernyanyi.
Masalah ini hanya dapat diselesaikan, jika kedua individu berhenti saling menyalahkan.
7.    Komunikasi interpersonal pasti terjadi, tidak bisa diubah kembali, dan tidak bisa diulang.
Komunikasi interpersonal pasti terjadi walaupun individu tersebut tidak bermaksud berkomunikasi.
Komunikasi interpersonal tidak bisa diubah kembali, kata-kata yang keluar tidak bisa berubah, khususnya komunikasi secara langsung.
Komunikasi interpersonal tidak bisa diulang, komunikasi tidak bisa diulang dengan waktu, ruangan dan pembicaraan yang sama lagi.

C.    Fungsi Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal yang efektif dapat membantu anda untuk
1.       Membentuk dan menjaga hubungan baik antarindividu
2.      Menyampaikan informasi atau pesan
3.       Mengubah sikap dan perilaku
4.      Pemecahan masalah hubungan antar manusia
5.       Citra diri menjadi lebih baik
6.       Jalan menuju sukses




REFERENSI 
Hafied Cangara, 2009. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers
Suranto, 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu
Toserbu, 2012. Prinsip komunikasi Interpersonal. http://toserbu.blogspot.com/. Diakses pada 30 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...