Budaya-budaya melayu yang terdapat di kabupaten sekadau, diantaranya:
Robo’-robo’
memang tidak hanya di sekadau tapi robo’-robo’ merupakan salah satu budaya melayu
sekadau yang cukup sering dilakukan di daerah seperti desa mungguk dan desa tanjung. Kegiatan robo’-robo’
ini biasa dilakukan di lapangan tapi karna di desa mungguk tidak memiliki
lapangan mereka biasa melakukannya di jalan, kegiatan ini rutin dilakukan
setiap tahunannya dengan jadwal pagi hari.
Saat ada kegiatan ini setiap warga membawa
makanan dari rumah masing-masing kemudian ditaruh bersamaan dengan makanan
warga lain dengan tujuan agar setiap warga bisa merasakan makanan dari warga
lain. Kegiatan robo’-robo’ ini sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar warga setempat dan biasa dilakukan di bulan safar.
2. Maulid Nabi Muhammad Saw
Maulid Nabi selalu dilakukan setiap tahunnya
disekadau. Maulid Nabi ini dilakukan dengan cara bergiliran dari satu masjid ke
masjid yang lainnya yang ada di daerah sekadau dengan urutan yang bergantian,
jika tahun ini masjid al-muhtadin yang menjadi urutan pertama maka tahun depan
bisa jadi masjid al-falah yang membuka kegiatan maulid nabi muhammadnya,
kegiatan maulid nabi ini lebih sering dilakukan oleh orang tua atau
kakek-kakek, mereka diundang untuk meramaikan kegiatan dengan bershalawat
bersama di masjid, mereka biasanya datang dengan motor air dan motor darat,
bahkan ada yang menginap dirumah keluarganya, semangat dari para orang tua
seperti itulah yang seharusnya kita tiru sebagai remaja penerus islam.
Kali ini saya akan lebih fokus membahas
kegiatan maulid nabi di masjid al-muhtaddin. Di masjid al-muhtaddin saat ada
kegiatan maulid nabi dilakukan, semua warga dari beberapa RT memberikan makanan
ke masjid dengan rantang. Kegiatan maulid nabi muhammad saw di masjid
al-muhtaddin dilakukan mulai dari pagi hari hingga siang hari sekitar jam 1
siang. Untuk pengantaran makanan dilakukan pada jam 9 dan pengambilan rantang
sekitar jam 1 atau jam 2 sore.
3. Gunting Rambut Massal
Gunting rambut pada anak kecil biasanya
dilakukan bersamaan dengan peringatan maulid nabi muhammad saw. Kegiatan ini
juga dilakukan rutin setiap tahunnya dan sudah menjadi budaya di daerah sekadau. Gunting rambut massal dalam memperingati maulid nabi
muhammad saw memiliki makna dan tujuan, yakni dapat membentuk generasi muda
yang bertakwa, generasi muda yang shaleh shalehah dan generasi muda yang selalu
mengikuti suri tauladan nabi besar Muhammad saw.
4. Pawai Ta’aruf
Pawai ta’aruf dilakukan setiap akan menyambut
hari-hari besar islam, seperti penyambutan bulan Ramadhan dan penyambutan bulan
Muharram. Pawai ta’aruf biasanya diawali dari masjid al-falah atau terminal.
Pawai ta’aruf diikuti oleh siswa/siswi muslim se-kecamatan sekadau hilir/hulu
yang menjadi perwakilan dari sekolah masing-masing.
Dari keseluruhan pelajar yang ikut biasanya
ada 10 atau 20 orang yang menjadi ikon per-sekolah, 10 atau 20 orang itu akan
didandan dan menggunakan pakaian adat seperi baju kebaya, pakaian adat melayu
dan juga ada yang memakai pakaian profesi seperti dokter, suster, polisi dan
lain-lain. Pawai ta’aruf ini diikuti oleh siswa/siswi dari sekolah dasar hingga
sekolah menengah atas sekecamatan.
Dalam pawai ta’aruf ini juga diadakan lomba
lain seperti lomba sepeda hias yang banyak diikuti oleh anak-anak sekolah
dasar. Mereka mengayuh sepeda mereka mengelilingi kota dan diikuti dengan
siswa/siswi lain yang berjalan dibelakang. Jarak yang ditempuh biasanya dari
terminal kemudian mengelilingi pasar dan kembali keterminal lagi.
Selain lomba sepeda hias, ada juga lomba
kerapian barisan. Bukan pramuka memang tapi dalam pawai ta’aruf terkadang
kerapian barisan juga akan dinilai oleh para panitia yang sudah berpencar di
jalanan yang akan dilewati.
Secara umum, pawai ta’aruf untuk penyambutan
bulan ramadhan dan penyambutan bulan muharram tidak jauh berbeda.
5. Takbiran
Di Sekadau, khususnya daerah sungai ringin
takbiran selalu dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah yang ada dan di setiap
rumah itu akan disediakan makanan oleh sang tuan rumah, setelah takbiran warga
biasanya makan bersama-sama dirumah tuan rumahnya. Tapi ada hal yang menarik
dari semua itu, anak-anak kecil biasanya membawa kantong plastik besar yang
mereka sediakan untuk membawa makanan yang lebih pulang, jadi biasanya makanan
kemasan yang bisa mereka masukan ke kantong maka akan mereka bawa pulang.
Selain
itu di Sekadau, ada juga yang
merayakan takbiran dengan berkeliling di daerah pasar baru sekadau dengan
berjalan kaki atau menggunakan motor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar