Kamis, 16 April 2020

Islam dan Budaya Melayu Di Sekadau, Kalimantan Barat

Budaya-budaya melayu yang terdapat di kabupaten sekadau, diantaranya:

1. Robo’-Robo’ 
Robo’-robo’ memang tidak hanya di sekadau tapi robo’-robo’ merupakan salah satu budaya melayu sekadau yang cukup sering dilakukan di daerah seperti desa mungguk dan desa tanjung. Kegiatan robo’-robo’ ini biasa dilakukan di lapangan tapi karna di desa mungguk tidak memiliki lapangan mereka biasa melakukannya di jalan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunannya dengan jadwal pagi hari.
Saat ada kegiatan ini setiap warga membawa makanan dari rumah masing-masing kemudian ditaruh bersamaan dengan makanan warga lain dengan tujuan agar setiap warga bisa merasakan makanan dari warga lain. Kegiatan robo’-robo’ ini sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar warga setempat dan biasa dilakukan di bulan safar.

2. Maulid Nabi Muhammad Saw 
Maulid Nabi selalu dilakukan setiap tahunnya disekadau. Maulid Nabi ini dilakukan dengan cara bergiliran dari satu masjid ke masjid yang lainnya yang ada di daerah sekadau dengan urutan yang bergantian, jika tahun ini masjid al-muhtadin yang menjadi urutan pertama maka tahun depan bisa jadi masjid al-falah yang membuka kegiatan maulid nabi muhammadnya, kegiatan maulid nabi ini lebih sering dilakukan oleh orang tua atau kakek-kakek, mereka diundang untuk meramaikan kegiatan dengan bershalawat bersama di masjid, mereka biasanya datang dengan motor air dan motor darat, bahkan ada yang menginap dirumah keluarganya, semangat dari para orang tua seperti itulah yang seharusnya kita tiru sebagai remaja penerus islam.
Kali ini saya akan lebih fokus membahas kegiatan maulid nabi di masjid al-muhtaddin. Di masjid al-muhtaddin saat ada kegiatan maulid nabi dilakukan, semua warga dari beberapa RT memberikan makanan ke masjid dengan rantang. Kegiatan maulid nabi muhammad saw di masjid al-muhtaddin dilakukan mulai dari pagi hari hingga siang hari sekitar jam 1 siang. Untuk pengantaran makanan dilakukan pada jam 9 dan pengambilan rantang sekitar jam 1 atau jam 2 sore.

3. Gunting Rambut Massal
Gunting rambut pada anak kecil biasanya dilakukan bersamaan dengan peringatan maulid nabi muhammad saw. Kegiatan ini juga dilakukan rutin setiap tahunnya dan sudah menjadi budaya di daerah sekadau. Gunting rambut massal dalam memperingati maulid nabi muhammad saw memiliki makna dan tujuan, yakni dapat membentuk generasi muda yang bertakwa, generasi muda yang shaleh shalehah dan generasi muda yang selalu mengikuti suri tauladan nabi besar Muhammad saw.

4. Pawai Ta’aruf 
Pawai ta’aruf dilakukan setiap akan menyambut hari-hari besar islam, seperti penyambutan bulan Ramadhan dan penyambutan bulan Muharram. Pawai ta’aruf biasanya diawali dari masjid al-falah atau terminal. Pawai ta’aruf diikuti oleh siswa/siswi muslim se-kecamatan sekadau hilir/hulu yang menjadi perwakilan dari sekolah masing-masing.
Dari keseluruhan pelajar yang ikut biasanya ada 10 atau 20 orang yang menjadi ikon per-sekolah, 10 atau 20 orang itu akan didandan dan menggunakan pakaian adat seperi baju kebaya, pakaian adat melayu dan juga ada yang memakai pakaian profesi seperti dokter, suster, polisi dan lain-lain. Pawai ta’aruf ini diikuti oleh siswa/siswi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sekecamatan.
Dalam pawai ta’aruf ini juga diadakan lomba lain seperti lomba sepeda hias yang banyak diikuti oleh anak-anak sekolah dasar. Mereka mengayuh sepeda mereka mengelilingi kota dan diikuti dengan siswa/siswi lain yang berjalan dibelakang. Jarak yang ditempuh biasanya dari terminal kemudian mengelilingi pasar dan kembali keterminal lagi.
Selain lomba sepeda hias, ada juga lomba kerapian barisan. Bukan pramuka memang tapi dalam pawai ta’aruf terkadang kerapian barisan juga akan dinilai oleh para panitia yang sudah berpencar di jalanan yang akan dilewati.
Secara umum, pawai ta’aruf untuk penyambutan bulan ramadhan dan penyambutan bulan muharram tidak jauh berbeda.

5. Takbiran
             Di Sekadau, khususnya daerah sungai ringin takbiran selalu dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah yang ada dan di setiap rumah itu akan disediakan makanan oleh sang tuan rumah, setelah takbiran warga biasanya makan bersama-sama dirumah tuan rumahnya. Tapi ada hal yang menarik dari semua itu, anak-anak kecil biasanya membawa kantong plastik besar yang mereka sediakan untuk membawa makanan yang lebih pulang, jadi biasanya makanan kemasan yang bisa mereka masukan ke kantong maka akan mereka bawa pulang.
            Selain itu di Sekadau, ada juga yang merayakan takbiran dengan berkeliling di daerah pasar baru sekadau dengan berjalan kaki atau menggunakan motor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi Kamu Ketinggian, Why not??

“Mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatoh sakit” “Ngapain mimpi tinggi-tinggi, mending yang realistis aja, nanti malah stress kalau ga terc...